Minggu, 20 Juni 2010

GRUP F : SLOVAKIA




Slovakia mulai ikut serta di ajang sepakbola internasional sebagai negara berdiri sendiri sejak tahun 1993. Tepatnya itu terjadi setelah Cekoslovakia pecah menjadi dua negara merdeka -- Republik Ceko dan Slovakia.

Saat masih bersatu, Cekoslovakia pernah dua kali menggapai final Piala Dunia, yakni Italia 1934 dan Chile 1962. Jan Popluhar, salah satu pahlawan 1962 terpilih sebagai pemain Slovakia terbaik abad ke-20.

Slovakia selama ini selalu gagal melanjutkan tradisi sukses mantan negaranya itu. Negara yang beribukota di Bratislava ini terus terhambat lolos ke putaran final Piala Dunia atau Piala Eropa. Pada kualifikasi Prancis 1998, mereka berada di peringkat keempat di klasemen akhir grup di bawah saudaranya Republik Ceko. Korea-Jepang 2002 juga tidak mampu membuka kesempatan bagi Slovakia setelah menduduki posisi ketiga di bawah Swedia dan Turki. Perjuangan mereka untuk lolos ke putaran final Piala Eropa 2004 juga berakhir di peringkat ketiga.

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2006, Slovakia mampu berada di atas Rusia. Tetapi, mereka tidak bisa menandingi Portugal yang terbaik kedua di penyisihan grup. Selama kualifikasi Piala Eropa 2008, Slovakia tetap menahan asa 5 juta warganya untuk tampil di putaran final. Republik Ceko dan Jerman yang ternyata lolos dari grup untuk menuju Austria-Swiss dengan Republik Irlandia mengambil tempat ketiga dan Slovakia di bawahnya.

Jan Kocian mengambil posisi manajerial dari tanganl Dusan Galis empat bulan setelah Final Jerman 2006. Ia memilih menjaga semangat pemain-pemain profesional, seperti pemain terbaik Marek Mintal dan penyerang haus gol, Robert Vittek. Meski begitu, serangkaian hasil buruk mengakhiri pekerjaan pria berusia 43 tahun itu dan 20 Juni 2008 dirinya digantikan oleh mantan pelatih Artmedia Bratislava, dan pemain tim nasional Cekoslovakia, Vladimir Weiss.

Generasi baru para pemain diyakini meloloskan Slovakia. Sebut saja Stanislav Sestak, penyerang Bochum itu menjadi top skorer Slovakia selama kualifikasi. Pemain yang mengawali karir sepakbolanya di Tatran Presov ini mencetak 6 gol dari 8 pertandingan.

"Ini peristiwa bersejarah bagi kita. Menurut saya, sangat layak menyambut kabar istimewa ini dengan cara yang tidak seorangpun bisa melupakannya," tutur gelandang Marek Hamsik, yang langsung menggundulkan kepalanya setelah Slovakia dipastikan lolos ke Afrika Selatan.

Vladimir Weiss


Data Tim
Julukan: Repre

Konfederasi: UEFA

Stadion: Stadion Tehelne Pole

Kapten: Marek Hamsik

Caps Terbanyak: Miroslav Karhan (95)

Top Skorer: Szilard Nemeth (22 gol) Penampilan di Piala Dunia: 1 kali (2010)

Ranking FIFA: 33
Prestasi Tim
- Juara Tim Piala Dunia: -
- Juara Eropa: -
- Juara Piala Konfederasi: -

DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Jan Mucha 27
15 0 Legia Warsaw
12 GK Dusan Pernis 26 3 0 Dundee Utd
3 GK Dusan Kuciak
27 3 0 Vaslui
5 DF Radoslav Zabavnik 29 44 1 Mainz 05
4 DF Marek Cech 26 40 5 West Bromwich
22 DF Martin Petras 30 38 1 Cesena
3 DF Martin Skrtel 25 39 5 Liverpool
16 DF Jan Durica 28 38 1 Hannover 96
2 DF Peter Pekarik 23 21 1 VfL Wolfsburg
21 DF Kornel Salata 24 3 0 Slovan Bratislava
19 MF Juraj Kucka
23 6 0 Sparta Praha
17 MF Marek Hamsik 22 32 8 Napoli
10 MF Marek Sapara 27 25 2 Rosenborg
8 MF Jan Kozak 29 24 2 Slovan Bratislava
6 MF Zdeno Strba 33 21 0 Skoda Xanthi
7 MF Vladimir Weiss
20 6 0 Manchester City
15 MF Miroslav Stoch 20 12 1 FC Twente
20 MF Kamil Kopunek 25 6 0 Spartak Trnava
9 FW Stanislav Sestak 27 33 11 Bochum
11 FW Robert Vittek 27 70 19 Ankaragucu
13 FW Filip Holosko 26 38 5 Besiktas
14 FW Martin Jakubko 29 24 4 FC Moskow
18 FW Erik Jendrisek 23 15 2 Kaiserslautern

GRUP F : SELANDIA BARU




Kemenangan 3-0 atas Kepulauan Solomon terlihat sesuai dengan treknya. Tetapi, Selandia Baru dikejutkan dengan kekalahan 4-2 dari Vanuatu – mungkin bisa jadi gangguan terbesar bagi sejarah tim nasional – membuat mereka jadi lesu.

Menang 10-0 atas Tahiti dan 2-1 melawan Fiji belum melengkapi perubahan yang dibutuhkan tim Putih ini. Kombinasi dua kekalahan dan sederetan hasil baik mereka dari Solomon memperlihatkan Selandia Baru seperti benih ikan saat laga play-off Oceania di tahun 2005.

Prestasi tertinggi Selandia Baru sebelum dinyatakan lolos ke Afsel adalah saat mereka tampil di putaran final Piala Dunia 1982. Bagi rakyatnya, 'All Whites' patut menerima pujian terbesar meskipun kala itu mereka kalah dari Skotlandia, Brasil dan Uni Soviet di babak penyisihan grup.

Suatu kompetisi lokal juga menandai sebuah awal dari apa yang disebut karir besar bagi pemain asal Selandia Baru. Wynton Rufer, penyerang 19 tahun yang membawa medali Piala Eropa 1992. Rufer mencetak salah satu gol saat timnya Werder Bremen mengalahkan Monaco 2-0. Beberapa tahun kemudian, Rufer diberi gelar Pemain Terbaik Oceania Abad ke-20 versi FIFA.

Tapi sayang sekali bagi pendukung sepakbola Selandia Baru, Australia membuktikan lompatan yang tidak bisa ditandingi, yakni lolos kualifikasi Piala Dunia. Walau bagaimanapun, Selandia Baru mencatat kemenangan 1-0 atas Australia yang cukup populer di final Piala Oceania 2002, yang kemudian mewakili Oceania di Piala Konfederasi 2003 di Prancis.

Sejak Australia pindah ke zona Asia, Selandia Baru menjadi negara sepakbola terdepan di kawasan Oceania. Tim nasional muda mereka, baik pria maupun wanita, tampil di Piala Dunia U-17 dan U-20. Auckland City juga lolos ke Piala Dunia Antar-Klub di Jepang tahun 2006.

Penampilan di masing-masing turnamen memang tidak memberikan hasil positif, meski perjuangan keras mereka muncul di kejuaraan skala dunia itu. Selandia Baru diposisikan berada di fase kedua kualifikasi Piala Dunia zona Oceania, dimana mereka bergabung dengan tiga tim terbaik di kejuaraan South Pacific Games di Samoa tahun 2007.

Hasil-hasil di laga persahabatan pada 2007 bisa dibilang bervariasi. Mulai dari hasil mengejutkan (imbang 2-2 dengan tuan rumah Wales) sampai yang melukai hati (kalah 5-0 dari Venezuela). Selandia Baru dipastikan menempati posisinya di putaran final Piala Dunia 2010 setelah menang 1-0 atas Bahrain dalam pertandingan play-off leg kedua.

Sebelumnya Selandia Baru memaksa tuan rumah Bahrain imbang tanpa gol di leg pertama. Gol tunggal Selandia Baru dicetak lewat sundulan penyerang Rory Fallon. Tim Kiwi pantas berterima kasih kepada penjaga gawang Mark Paston yang menyelamatkan tendangan penalti Jaycee John.

Ricki Herbert

Data Tim
Julukan: All Whites

Konfederasi: OFC

Stadion: Westpac Stadium

Kapten: Ryan Nelsel

Caps Terbanyak: Ivan Vicelich (65)

Top Skorer: Vaughan Coveny (28)

Penampilan di Piala Dunia: 1982 & 2010

Ranking FIFA: 82
Prestasi
- Juara Piala Dunia: -
- Juara OFC Nations Cup (3): 1973, 2002, 2008
- Juara Piala Konfederasi: -

DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Mark Paston 33 20 0 Wellington Phoenix
23 GK James Bannatyne 34 18 0 Team Wellington
12 GK Glen Moss
27 15 0 Melbourne Victory
19 DF Tommy Smith 20 4 0 Ipswich Town
3 DF Tony Lochhead 27 30 0 Wellington Phoenix
2 DF Ben Sigmund 28 14 1 Wellington Phoenix
5 DF Ivan Vicelich 33 66 6 Auckland City
6 DF Ryan Nielsen 32 41 6 Blackburn Rovers
4 DF Winston Reid
22 2 0 Midtjylland
18 DF Andrew Boyens 26 15 0 Red Bull New York
16 MF Aaron Clapham 23 0 0 Canterbury Utd
7 MF Simon Elliott 35 63 6 San Jose Earthquakes
8 MF Tim Brown 28 25 0 Wellington Phoenix
11 MF Leo Bertos 28 34 0 Wellington Phoenix
15 MF Michael McGlinchey 22 3 0 Central Coast Mariners
13 MF Andrew Barron 29 11 1 Team Wellington
21 MF Jeremy Christie 26 22 1 Tampa Bay
17 MF Dave Mulligan 28 15 0 North Queensland Fury
9 FW Shane Smeltz 28 30 16 Gold Coast United
10 FW Chris Killen 28 31 11 Middlesbrough
20 FW Chris Wood 18 9 0 West Bromwich Albion
14 FW Rory Fallon 27 7 3 Plymouth Argyle
22 FW Jeremy Brockie
23 18 0 North Queensland Fury

GRUP F : PARAGUAY




Setelah 12 tahun absen, Paraguay kembali ke putaran final Piala Dunia di Prancis 1998 dengan penampilan kiper penuh inspirasi, Jose Luis Chilavert. Kini, penjaga gawang yang sering mencetak gol ini sudah pensiun dari karir sepakbolanya.

Paraguay selalu menikmati reputasinya di sepakbola Amerika Selatan. Mereka punya lini pertahanan yang solid, kemampuan membaca permainan yang tinggi dan aliran bola yang banyak ke penyerang mereka yang dikenal sangat bertenaga.

Dengan pengecualian juara Copa America pada 1953 dan 1979, 'Albirroja' terus berjuang untuk memanfaatkan kualitas yang tak perlu diragukan ini menjadi medali. Setelah menjangkau tiga dari enam Piala Dunia yang pertama, mereka selalu tak bisa tampil secara beruntun sebanyak enam kali.

Akhirnya mereka muncul kembali di Piala Dunia Meksiko 1986 setelah sekian lama terdiam di hutan belantara. Paraguay lolos dari fase penyisihan grup sebelum Julio Cesar Romero dkk dikandaskan Inggris 3-0 di babak knock-out.

Titik balik itu terlihat di akhir dekade 1990-an, bertepatan dengan tampilnya generasi emas pesepakbola Paraguay. Sebut saja, Chilavert, Celso Ayala, Carlos Gamarra, Roberto Acuna dan Jose Saturnino Cardozo yang berhasil menempatkan 'Guaranies' di posisi kedua di belakang Argentina dalam kualifikasi Perancis 1998. Saat itu Brasil lolos otomatis ke putaran final PD 1998 karena berstatus juara bertahan.

Empat tahun kemudian, Paraguay mengakhiri kualifikasi PD Korea-Jepang 2002 di urutan keempat di atas rival kuatnya Uruguay. Kondisi ini terulang ketika kualifikasi PD Jerman 2006.

Di Prancis dan Korea-Jepang, langkah Paraguay selalu terhenti di Babak 16 Besar. Yang menarik dari dua event ini, setiap tim yang mengalahkan Chilavert dkk di perdelapan final adalah finalis. Pada 1998, Les Bleus yang diasuh Aime Jacquet menang lewat Gol Emas Laurent Blanc Golden Goal. Empat tahun kemudian, gol Oliver Neuville di menit 88 mengantar pasukan Rudi Voller ke babak selanjutnya. Di tanah Jerman pada 2006, pelatih Anibal Ruiz tidak bisa membawa Paraguay lolos dari penyisihan Grup B yang diisi Inggris, Swedia dan Trinidad & Tobago.

Setelah hasil mengecewakan di Jerman, Ruiz mundur dari posisinya sebagai pelatih Paraguay. Menghadapi kualifikasi Afrika Selatan 2010, Asosiasi Sepakbola Paraguay (APF) memutuskan untuk memilih pelatih asal Argentina Gerardo Martino, yang punya rekor sempurna di sepakbola Guarani.

Dihadapkan dengan kebutuhan untuk meremajakan skuad, 'El Tata' sejauh ini memperoleh hasil yang naik turun. Pada Copa America 2007 di Venezuela, Albirroja mengawalinya dengan kemenangan cukup telak 5-0 atas Kolombia dan 3-1 AS. Melawan Argentina, tim asuhan Martino justru menyerah 1-0. Perjuangan yang spektakuler di awal turnamen rupanya tak muncul lagi di perempat final dimana mereka dibantai 6-0 di tangan anak-anak Hugo Sanchez.

Meskipun demikian, misi kualifikasi Piala Dunia adalah sesuatu yang berbeda. Martino pun terus dipercaya mengemban amanat menyiapkan skuad yang solid.

Hasil positif Justo Villar dkk di kualifikasi Piala Dunia 2010 pun terbukti. Mereka berada di peringkat ketiga klasemen akhir di bawah Brasil dan Chile, lima angka di atas Argentina.

Gerardo Martino


Data Tim
Julukan: La Albirroja (White and red), Guaranies

Kofederasi: CONMEBOL

Stadion: Estadio Defensores del Chaco

Kapten: Denis Caniza

Caps Terbanyak: Carlos Gamarra (110)

Top Skorer: Jose Saturnino Cardozo (25)

Penampilan di Piala Dunia: 8 kali (pertama pada 1930)

Ranking FIFA: 29
Prestasi
- Juara Piala Dunia: :-
- Juara Copa Amerika (2): 1953 & 1979
- Juara Piala Konfederasi: -

DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Justo Villar 32 73 0 Valladolid
22 GK Aldo Bobadilla 33
18 0
Independiente Medellin
12 GK Diego Barreto 28 2 0
Cerro Porteno
4 DF
Denis Caniza
35 91 1
Nacional
14 DF Paulo da Silva
29
67
2
Sunderland
5 DF
Julio Cesar Caceres
30
61
2
Boca Juniors
21 DF
Antolin Alcaraz
27
3
0
Club Brugge
2 DF
Dario Veron
30
27
0
UNAM
3 DF
Claudio Morel Rodriguez
31
24
0
Boca Juniors
17 DF
Aureliano Torres
27
24
1
San Lorenzo
6 MF
Carlos Bonet
32
59
0
Olimpia
16 MF
Christian Riveros
27
43
8
Cruz Azul
13 MF
Enrique Vera
30
26
1
LDU Quito
15 MF
Victor Caceres
24
25
0
Libertad
11 MF
Jonathan Santana
28
22
0
Wolfsburg
20 MF
Nestor Ortigoza
25
2
0
Argentinos Juniors
8 MF
Edgar Barreto 28
48
2
Atalanta
7 FW
Oscar Cardozo
26 29
4
Benfica
10 FW
Edgar Benitez
22
13
1
Pachuca
9 FW
Roque Santa Cruz
28
70
21
Manchester City
23 FW
Rodolfo Gamarra 22
3
0
Libertad
18 FW
Nelson Haedo Valdez
28
39
8
Borussia Dortmund
19 FW
Lucas Barrios 26
3
3
Borussia Dortmund

GRUP F : ITALIA




Juara bertahan Italia akan menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembai menaiki tahta tertinggi pada Piala Dunia 2010. Sang pelatih, Marcello Lippi akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat performa timnya sebaik tim Italia di era 1930-an yang menjadi juara dunia dua kali beturut-turut.

Italia sukses menjadi pimpinan Grup 8 di babak kualifikasi. Bertanding sebanyak 10 kali, tim Azzuri membukukan 7 kemenangan, 3 kali imbang tanpa sekalipun kalah. Italia membuka babak kualifikasi dengan kemenangan 2-1 atas Siprus dan hasil dari pertandingan-pertandingan selanjutnya membuat Italia sukses merebut satu tiket ke Afrika Selatan.

Lippi adalah sosok pelatih yang pandai membuat perbedaan. Tak salah apabila ia dipanggil kembali untuk menggantikan Roberto Donadoni yang dianggap gagal setelah Italia gagal bersinar di Piala Eropa 2008. Segera setelah kembali, Lippi segera membenahi pertahanan, menata lini tengah dan depan. Hasilnya cukup mengesankan. Dalam 31 laga internasional, Italia tidak pernah kalah.

Gerak reflek yang cepat dari Gianluigi Buffon membuatnya terus menjadi pilar utama dalam membantu pertahanan Italia, sehingga kiper Juventus itu masih tetap menjadi pilihan utama Marcello Lippi.

Bek kawakan Fabio Cannavaro akan memimpin rekan-rekannya dan memberi kontribusi bagi tim untuk yang terkahir kali sebelum ia benar-benar pensiun. Pengalaman pemilik 131 caps (per 30 Desember 2009) itu akan sangat membantu tim.

Sementara itu motor serangan Italia masih mengandalkan Andrea Pirlo. Gelandang jenius itu menjadi jenderal lapangan tengah Italia dan menginspriasi tim untuk melancarkan serangan kepada lawan.

Di depan, tidak ada lagi Francesco Totti dan Alessandro del Piero. Penyerang kawakan yang tersisa hanya Luca Toni, yang itupun terancam kurang diandalkan karena di musim ini ia jarang dimainkan oleh klubnya, Bayern Munich. Alberto Gilardino dan Giuseppe Rossi akan menjadi generasi baru penyerang Italia.

/MarcelloLippi-Reuters170.jpg">Marcello Lippi


Data Tim
Julukan: Azzurri

Konfederasi: UEFA

Stadion: Olimpico Roma

Kapten: Fabio Cannavaro

Caps Terbanyak: Fabio Cannavaro (131)

Top Skorer: Luigi Riva (35)

Penampilan di PIala Dunia: 16 kali (Pertama pada 1934)

Ranking FIFA: 4
Prestasi
- Juara Piala Dunia (4): 1934, 1938, 1982, 2006
- Juara Piala Eropa (1): 1968
- Juara Piala Konfederasi: -

DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Gianluigi Buffon 31 101 0 Juventus
12 GK Federico Marchetti 26 5 0 Cagliari
14 GK Morgan De Sanctis 32 3 0 Napoli
5 DF Fabio Cannavaro 36 133 2 Juventus
19 DF Gianluca Zambrotta 32 94 2 AC Milan
2 DF Christian Maggio 28 5 0 Napoli
4 DF Giorgio Chiellini 25 29 2 Juventus
13 DF Salvatore Bocchetti 23 5 0 Genoa
3 DF Domenico Criscito 23 7 0 Genoa
23 DF Leonardo Bonucci
23 2 1 Bari
21 MF Andrea Pirlo 30 66 8 AC Milan
16 MF Mauro Camoranesi 33 53 4 Juventus
8 MF Genaro Gattusso 31 72 1 AC Milan
17 MF Angelo Palombo 29 17 0 Sampdoria
6 MF Daniele De Rossi 26 54 8 AS Roma
22 MF Riccardo Montolivo 24 13 0 Fiorentina
7 MF Simone Pepe 27 15 0 Udinese
15 MF Claudio Marchisio 24 4 0 Juventus
9 FW Vincenzo Iaquinta 30 37 5 Juventus
11 FW Alberto Gilardino 27 41 16 Fiorentina
10 FW Antonio Di Natale 32 33 9 Udinese
18 FW Fabio Quagliarella 27 20 4 Napoli
20 FW Giampaolo Pazzini 25 5 1 Sampdoria

Sabtu, 19 Juni 2010




Kamerun mencatatkan penampilan kelima dalam enam kali penyelenggaraan Piala Dunia. 'The Indomitable Lions' ditopang dengan performa bagus mereka di ajang Piala Afrika 2008. Saat itu mereka kembali menang dari kekalahan di pertandingan pembuka. Mereka terus menang hingga dikalahkan Mesir di final.

Masih diisi dengan para bintang, sebut saja Pemain Terbaik Afrika tiga kali Samuel Eto'o dan pemain Afrika pertama yang mencapai 100 kali tampil di laga internasional Rigobert Song, Kamerun menjadi salah satu penantang di putaran final nanti.

Secara historis di sepakbola Benua Hitam, Kamerun layak berterima kasih kepada para pemain legenda, misalkan Roger Milla, Jacques Songo'o, Francois Omam-Biyik, Joseph-Antoine Bell dan Marc-Vivien Foe.

Siapa yang bisa melupakan Roger Milla yang bergoyang di bendera pojok lapangan pada Piala Dunia 1990 di Italia? Saat itu Milla mengejutkan sang juara bertahan Argentina di pertandingan pembuka di Milan. Mereka kemudian menjadi tim Afrika pertama yang bisa sampai perempat final. Meskipun kalah dari Inggris, Milla dan kawan-kawan memenangi hati jutaan pendukungnya.

Sejak itu, Kamerun selalu menjadi peserta tetap putaran final Piala Dunia. Mereka hanya absen di Piala Dunia 2006 karena tendangan penalti yang gagal dimaksimalkan di menit terakhir menjadi gol saat melawan Mesir. Namun, dengan menjuarai Piala Afrika dan medali emas Olimpiade Sydney (2000), Kamerun membuat sejarah dan reputasi tinggi.

Data Tim

Julukan: Indomitable Lions

Konfederasi: CAF

Stadion: Stade Omnisports

Kapten: Samuel Eto'o

Caps Terbanyak: Rigobert Song (131)

Top Skorer: Samuel Eto'o (42)

Penampilan di Piala Dunia: enam kali (sejak 1982)

Ranking FIFA: 11

Prestasi

- Juara Tim Piala Dunia: -
- Juara Piala Afrika (4): 1984, 1988, 2000, 2002
- Juara Piala Konfederasi: -


DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Idriss Carlos Kameni 25 55 0 Espanyol
16 GK Souleymanou Hamidou 36 40 0 Kayserispor
22 GK Guy Ndy
24 1 0 Valenciennes
2 DF Benoit Assou-Ekotto 25 9 0 Tottenham Hotspur
3 DF Nicolas N'Koulou 19 17 0 Monaco
4 DF Rigobert Song 33 136 4 Trabzonspor
8 DF Geremi 31 115 13 Ankaragucu
5 DF Sebastien Bassong 23 7 0 Tottenham Hotspur
9 DF Gaetan Bong
22 1 0 Valenciennes
19 DF Stephane Mbia 24 31 3 Marseille
14 DF Aurelien Chedjou 23 9 0 Lille
12 MF Joel Matip
19 4 0 Schalke
6 MF Alexandre Song 22 23 0 Arsenal
7 MF Landry N'Guemo 24 20 2 Celtic
18 MF Eyong Enoh
24 12 1 Ajax
11 MF Jean Makoun 26 51 3 Lyon
20 MF Georges Mandjeck 21 7 0 Kaiserslautern
9 FW Samuel Eto'o 28 92 42 Inter Milan
10 FW Achille Emana 28 34 5 Betis
13 FW Eric Choupo-Moting 28

Hamburger
17 FW Mohamadou Idrissou 30 31 6 Freiburg
15 FW Pierre Webo 27 42 17 Mallorca
23 FW Vincent Aboubakar
22 1 0 Coton Sport

GRUP E : JEPANG




Sejak menjuarai Piala Asia 1992, Jepang semakin kuat. Setidaknya, negara Asia Timur ini dua kali meraih gelar juara benua dan bermain di tiga kali Piala Dunia.

Jepang juga menjadi tempat lahirnya pemain berbakat yang melalangbuana di luar negeri. Sebut saja Hidetoshi Nakata yang dua kali digelari Pemain Terbaik Asia. Ia sosok gelandang terbaik milik Jepang yang pernah memperkuat Perugia, Roma dan Bolton.

Sebagai negara yang sudah lama melahirkan klub-klub terbaik di Asia, Jepang saat ini sedang berusaha membuat pengaruh nyata di kancah internasional. Walaupun begitu, penampilan mereka di Jerman 2006 yang tidak memuaskan dan terperangkap di penyisihan grup, membuktikan mereka masih harus bekerja keras jika ingin menjadi yang terbaik di arena global.



Fakta bahwa tim yang dilatih Zico itu menuai hasil imbang kacamata dengan Kroasia dan menelan dua kali kekalahan dari Australia dan Brasil, membuat kekuatan sepakbola mereka dipertanyakan. Zico lantas dipecat setelah Nakata cs. tiba di Jerman.

Mantan pelatih Yugoslavia di tahun 1986-1992 Ivica Osim langsung menangani tim Matahari Terbit dengan tugas meremajakan tim. Misinya ia mulai dengan dipensiunkannya Nakata. Meskipun diliputi banyak kesulitan, pelatih yang sukses di klub J-League JEF United Chiba itu bukan hanya kaya pengalaman di dunia internasional, tapi juga paham akan sepakbola Jepang.

Pelatih asal Bosnia ini menyuntikkan darah segar ke dalam tim nasional. Lelaki 58 tahun itu memasukkan trio Urawa Reds, yakni Marcus Tulio Tanaka, Keita Suzuki dan Yuki Abe. Pelatih yang delapan tahun mengasuh Sturm Graz itu tetap menjaga gelandang berpengalaman Shunsuke Nakamura, bek tengah Yuji Nakazawa, striker haus gol Naohiro Takahara dan kiper Yoshikatsu Kawaguchi.

Dengan gabungan pemain pengalaman dan muda demi tercapainya keseimbangan yang sempurna, bukanlah sebuah kejutan apabila tim asuhan Osim ini bermain cukup baik di Piala Asia 2007 sampai sang juara bertahan ini ditaklukkan Arab Saudi 3-2 di semifinal.

Gelaran Piala Asia ketika itu memperlihatkan penampilan baru Jepang untuk melanjutkan dominasi di tingkat benua dengan permainan mereka yang cair. Jepang mampu memanfaatkan lini tengah mereka yang dikenal sangat kreatif untuk selalu lebih memberi banyak kesempatan membuka peluang gol dibanding lawan-lawan mereka. Hanya saja, mereka lemah dalam penyelesaian akhir. Tercatat, mereka membuang tiga kesempatan mencetak gol ketika melawan Arab Saudi.

Saat berhasil membuat Jepang menjadi tim kuat, Osim menderita stroke serius di rumahnya di Chiba saat menyaksikan pertandingan Liga Inggris pada 16 November 2007. JFA (PSSI-nya Jepang) memutuskan kembali mengangkat Takeshi Okada sebagai pelatih. Okada pernah mengasuh Jepang di putaran final Piala Dunia 1998.

Mantan pelatih Yokohama Marinos ini sukses membawa Jepang di puncak klasemen grup babak ketiga yang diikuti Bahrain, Oman dan Thailand. Pada kualifikasi putaran grup babak terakhir, Jepang bergabung dengan Australia, Bahrain, Uzbekistan and Qatar. Jepang dipastikan tampil di Afrika Selatan setelah berada di posisi kedua di klasemen akhir terpaut lima angka di bawah Australia.

Dengan penampilan empat kali berturut-turut di turnamen global, Okada yakin Jepang bisa masuk semifinal Piala Dunia 2010. Okada yakin Jepang akan mampu memasukkan banyak gol ke gawang lawan dengan memaksimalkan banyak peluang di depan gawang lawan.



Takeshi Okada

Data Tim
Julukan: 'Samurai Biru'

Konfederasi: AFC

Stadion: -

Kapten: Yuji Nakazawa

Caps Terbanyak: Masami Ihara (123)

Top Skorer: Kunishige Kamamoto (75)

Penampilan di Piala Dunia: 1998, 2002, 2006, 2010

Ranking FIFA: 43
Prestasi
- Juara Piala Dunia: -
- Juara Piala Asia (3): 1992, 2000, 2004
- Juara Piala Konfederasi: -


DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
21 GK Eiji Kawashima 26 10 0 Kawasaki Frontale
23 GK Yoshikatsu Kawaguchi
35 117 0 Jubilo Iwata
1 GK Seigo Narazaki 33 76 0 Nagoya Grampus
22 DF Yuji Nakazawa 31 105 17 Yokohama F marinos
4 DF Marcus Tulio Tanaka 28 39 8 Nagoya Grampus
3 DF Yuichi Komano 28 53 0 Jubilo Iwata
13 DF Daiki Iwamasa 27 2 0 Kashima Antlers
5 DF Yuto Nagatomo 24 26 3 FC Tokyo
15 DF Yasuyuki Konno
27 37 0 FC Tokyo
6 DF
Atsuto Uchida 21 31 1 Kashima Antlers
10 MF Shunsuke Nakamura 31 97 24 Yokohama
20 MF Junichi Inamoto 30 80 5 Kawasaki Frontale
7 MF Yasuhito Endo 29 94 8 Gamba Osaka
8 MF Daisuke Matsui 28 24 1 Grenoble Foot
2 MF Yuki Abe 28 44 3 Urawa Red Diamonds
17 MF Makoto Hasebe 25 31 1 VfL Wolfsburg
18 MF Keisuke Honda 23 11 3 CSKA Moskow
14 MF Kengo Nakamura 29 47 5 Kawasaki Frontale
12 FW Kisho Yano
26 18 2 Albirex Niigata
11 FW Keiji Tamada 29 70 16 Nagoya Grampus Eight
19 FW Takayuki Morimoto
21 6 1 Catania
16 FW Yoshito Okubo 27 50 5 Vissel Kobe
9 FW Shinji Okazaki 23 28 16 Shimizu S-Pulse

GRUP E : DENMARK




Tim Dinamit siap meledak lagi. Barang kali itu adalah suatu ungkapan yang cocok dalam menyambut kembalinya Denmark setelah absen di Piala Dunia 2006 dan Euro 2008.

Denmark ini pernah mencapai masa keemasan pada pertengahan '90-an dengan menjuarai Euro 1992 dan Piala Konfederasi 1995.

Kekuatan yang dimiliki skuad asuhan Martin Olsen tersebut cukup mumpuni. Sebagian besar pemainnya berlaga di sejumlah liga top Eropa. Lini belakang akan dijaga oleh Daniel Agger yang kini membela Liverpool, lapangan tengah akan diisi oleh trio Daniel Jensen (Werder Bremen), Christian Poulsen (Juventus) dan Dennis Rommedahl (Ajax Amsterdam). Sementara Nicklas Bendter (Arsenal) akan diandalkan sebagai ujung tombak.

Jika di level Eropa Denmark pernah menjadi jawara, negara ini belum sekalipun pernah menyentuh semifinal di Piala Dunia. Prestasi terbaik Denmark di ajang ini baru perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Pada 1998, Denmark berhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Brasil yang kala itu menjadi runner up turnamen. Yang terakhir di 2002, Brian Laudrup dkk dihentikan Inggris di babak yang sama.

Denmark resmi merebut tiket Piala Dunia 2010 dengan memuncaki Grup 1 zona Eropa setelah mengalahkan Swedia. Denmark menjadi juara grup dengan total 21 poin dari total 6 kali kemenangan, 3 kali seri dan 1 kali kalah.

Bagi kapten John Dahl Tomasson cs, Afrika Selatan 2010 adalah ajang yang tepat untuk membuktikan seberapa kuat 'ledakan' tim Skandinavia ini. Hal ini sekaligus menjadi suntikan penyemangat tersendiri untuk menyamai prestasi tim dinamit di era '90-an.


Morten Olsen

Data Tim
Julukan: 'Tim Dinamit'

Konfederasi: UEFA

Stadion: Parken Stadium

Kapten: John Dahl Tomasson

Caps Terbanyak: Peter Schmeichel

Top Skorer: Poul "Tist" Nielsen (52 gol)

Penampilan di Piala Dunia: 3 kali (pertama pada 1986)

Ranking FIFA: 28
Prestasi
- Juara Tim Piala Dunia: -
- Juara Eropa: 1992
- Juara Piala Konfederasi: 1995

DAFTAR PEMAIN
No Pos Nama Pemain Umur Caps Gol Asal Klub
1 GK Thomas Sorensen 33 86 0 Stoke City
22 GK Jesper Christiansen 31 10 0 FC Copenhagen
16 GK Stephan Andersen 28 6 0 Bronby
6 DF Lars Jacobsen 30 31 0 Blackburn Rovers
13 DF Per Kroldrup 30 30 0 Fiorentina
23 DF Patrick Mtilga 29 4 0 Malaga
4 DF Daniel Agger 25 32 3 Liverpool
3 DF Simon Kjaer 21 9 0 Palermo
15 DF Simon Poulsen
26 5 0 AZ Alkmaar
2 MF Christian Poulsen
29 74 6 Juventus
5 MF William Kvist
24 14 0 Copenhagen
12 MF Thomas Kahlenberg 26 31 3 Wolfsburg
20 MF Thomas Enevoldsen
23 71 5 Groningen
7 MF Daniel Jensen 30 49 3 Werder Bremen
14 MF Jakob Poulsen 26 13 1 AGF
10 MF Martin Jorgensen
35 15 2 AGF Aarhus
21 MF Christian Eriksen 18 3 0 Ajax
8 FW Jesper Gronkjaer
33 78 5 Copenhagen
17 FW Mikkel Beckmann 27
5 0 Randers
19 FW Dennis Rommedahl 31 96 16 Ajax
9 FW Jon Dahl Tomasson 34 110 51 Feyenoord
11 FW Nicklas Bendtner 21 32 11 Arsenal
18 FW Soren Larsen 28 19 11 Duisburg